Home

Sebenarnya gue agak tersindir oleh postingan guru blog gue yang bilang “..akhirnya dia buat blog” (ditambah dengan embel-embel perasaan dia yang hepi banget itu) hehehe karena gue udah ngomongin blogging ama dia sejak April tahun ini deh klo ga salah. Merasa termotivasi oleh komen “nyendulnya” ini, gue jadi berpikir keras bagaimana harusnya gue memulai cerita kehidupan gue di sini. Tujuan utamanya sih gue pengen bermanfaat, bisa sharing pengetahuan atau seenggaknya bisa berbagi sentimen-sentimen kultural (baru belajar kata ini pekan lalu) yang berbeda di sini. Jadi gue putuskan untuk mulai menulis tentang proses visa dulu yang mungkin banyak jadi pertanyaan.

Buat bisa tinggal di sini banyak caranya, tapi dua jalur yang pasti adalah apply visa student dan migrasi oleh visa tinggal alias Permanent Residence (PR). Student visa I believe is pretty self explanatory, PR on the other hand has several sub-classes. Mine in particular is subclass 820 for a spouse/partner visa. In general, one may approach this two ways, firstly by applying for a prospective marriage visa (already engaged) or after getting married yang adalah kelas 820 itu. Prospective marrige is granted for a 9 month-period jadi pernikahannya harus terjadi dalam kurun waktu 9 bulan. Something caught my eye when I was going through the requirements for the prospective marriage one which says you must be of the opposite sex to your intended spouse. Suddenly, I am reminded that I no longer reside in my land of birth, something that we Indonesians take for granted when it comes to the topic of holy matrimony is not a norm here. But it teaches me to be open minded, not to the basis of same-sex marriage, but more on the notion that we all should really embrace our differences. A frame of thinking that I do hope will continue to be the underlying idea in our political scheme (lhoo kok jadi melenceng huehehe)

Kembali ke laptop, bagaimanapun jalan awalnya, ujung-ujungnya akan sama. Proses ijin tinggalnya sendiri ada 3 tahap:

  1. Bridging visa: setelah apply akan langsung dapat visa ini. As the name dictates, visa ini menjadi jembatan sebelum visa berikutnya keluar. Kelasnya pun ada macam-macam (udah kayak sekolah esde deh pokoknya). Semua aplikan otomatis dapat visa Bridging A, boleh tinggal dan kerja di oz tapi jadi tahanan negara aka ga boleh travel keluar. Oia, bridging visa ini akan mulai berlaku setelah visa turis yang dipake buat masuk berakhir. Ini status gue sekarang.
  2. Temporary Residence (TR): proses berikutnya adalah menunggu penunjukan case officer dari imigrasi untuk selanjutnya mereview aplikasi yang dimasukkan (napa bahasa gue jadi formal begini yak) dan tahapan ini at this point in time lamanya rata-rata 12-15 bulan. Pesan moral di step ini adalah untuk meyakinkan pemerintah setempat kalo pernikahan yang dilakukan itu legitimate alias bukan kawin kontrak hihihihi..makanya rada lama waktunya.
  3. Permanent Residence: kalau TR loe aman sentosa dan loe lulus interpiunya (walopun cerita visa di sini ga sehoror di amrik yang pake sidak segala ke tempat tinggal) daaannn loe udah disuruh medical check up berarti loe udah 90% kemungkinan dapat PRnya. I imagine when it comes my time the birds would sing in the sky and heaven would open huahahahhaa…..

Backtrack dulu. Sebelum loe even consider untuk masukin aplikasi PR, banyak banget tetek bengek yang bakal buat loe kelimpungan. My best advice kalo loe sekarang lagi cem-ceman ma orang oz atau udah berpikir serius ama orang manapun yang statusnya tinggal di sini, document everything!!! Simpen semua chat-chat online kalian, cinta-cintaan di skype, email-emailan sampai surat-surat yang dilayangkan pake merpati karenaaaa semua ini bakal diminta sebagai bukti. Pun yang telpon-telponan pake calling card ato bill telepon yang pasca bayar jangan lupa dikumpulin semuanya.

Beruntunglah buat kamyu-kamyu yang hobinya foto diri di mana-mana, karena lagi-lagi dokumentasi ini harus disertakan. Tapi jangan kemaruk selfie muka berdua aja, foto yang benar di sini adalah selfie berjamaah biar keliatan kalian disaksikan oleh khalayak umum sebagai pasangan. Kalo bisa di tempat-tempat yang sekalian ada tulisan lokasinya…cocok deh buat sekalian posting di IG dengan tema bergaul hahaha…..Buat yang punya doku lebih (ah ketauan deh umurnya dari istilah ini bahahaha) dan suka saling mengunjungi, tolong boarding pass dua belah pihak juga diarsipkan.

Berikutnya adalah police checks. Pemerintah Oz mewajibkan para aplikan untuk cek background biar ketauan yang suka ngutil, ngambil rambu jalanan ampe yang kelas kakap.  Background check ini ga hanya dari kawan-kawan tercinta kita di Mabes Polri tapi juga dari setiap negara yang pernah ditinggali lebih minimum 12 bulan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir saat lamaran di layangkan. Eits jangan ciut dulu, berita yang menggembirakan (mungkin waktu itu lagi mo kampanye) prosesnya di Mabes sendiri hanyaa 10 menit sodara-sodara tapi dengan catatan loe adalah customer pertamanya dan gue hanya bayar 15 ribu. Somethings never changed though…untuk pelayanan yang dari daerah kalo ktp bukan Jakarta, ya mungkin masih perlu salam tempel. Tapi kalo loe ngurusnya dari jauh-jauh hari sih gue rasa jalur biasa cukup mumpuni.

Part lain dari pengalaman gue ini adalah menunggu surat dari FBI. Yes, THE Federal Bureau of Investigation ituu!!! karena beruntung gue memang sempet jadi tukang bakmi di negara Paman Sam. Prosesnya lambrettaaa ampe 3 bulan dan mayan mahal habis kudu ngirim DHL/Fedex dari Indo belum lagi biaya-biaya telpon untuk follow up statusnya, trus 100 ribu rupiah yang gue selipin di tangan polisi yang ngambil sidik jari gue buat dikirim ke FBI. Mayaan bokeeekkk jadinyaa….tapi ya apa boleh buat demi cinta (ihiik!!) Lucunya hati gue ser ser gimana gituuu pas terima surat balasan FBI yang bilang gue cuman suka nyolong bawang goreng buat bakmi jualan gue. Rasanya kayak di pelem-pelem dihubungin ma FBI hahaha (memang gue udik banget!)

Karena udah panjang banget, potongan berikutnya dilanjutkan di post Visa oh Visa [2] ya..

Advertisements

11 thoughts on “Visa oh Visa [1]

  1. baru tau kalau harus ada bukti ‘apacaran’ .. 😀 aku suka kata2 ni “I imagine when it comes my time the birds would sing in the sky and heaven would open”

    Like

  2. Uwowowowowowow Ms Orange! Love the way you write the story. Agak susah bahasa inggrisnya buat saya yang bukan lulusan luar. Hahahaha. Tapi masih bisa diikuti. Saya dah ga punya harapan masuk osi dengan jalan pernikahan ya dan baru tahu harus dari opposite sex ya.

    Like

    • Wouwouwoooo…*celingak celinguk dengan muka merah merona malu*
      Makasih lhoo selalu mensupport. Ik terharuu nih…terharu karena bukan lulusan LUAR JOWO???? Ihihiik…
      Ah iya ora iso krn di sini poligamipun tak diakui. Tapi bisa saya adopsii lhooo

      Like

  3. Hello Seny, jawaban pertanyaannya di bagian about, dilanjutkan di sini ya supaya yang lain bisa ikutin juga 😊
    Umm perbedaan aplikasi Offshore dan Onshore lebih di waktu dan biaya sih. Aku pribadi karena memang dari awal sudah berencana apply Offshore jadi ga terlalu lama menimbang jalan Onshore hehehe..Iya benar, kalau memang turis visanya ga ada tulisan no futher stay ya biar cmn dapat 3 bln dan diujung masa berlakunya langsung apply TR sih otomatis bisa tinggal. Don’t be discouraged, tinggal bareng sama sekali bukan keharusan, yang penting dalam dokumentasi hubungan jelas aja kronologis dan fakta bahwa kalian memang pacaran beneran alias selalu kontak dan pembicaraannya bersifat pribadi (i.e ada panggilan sayang misalnya, tone percakapan juga berbeda). Ada limit dokumentasi karena sekarang semua aplikasi offshore dilodge online jd ada batas besaran file yang bisa diupload (semua bisa dibaca di web imigrasi ostrali). Nanti submit yang penting2 saja, spt log tlp/chat/skype/email (ini indexing dan bukan isi), foto berdua di berbagai tmpt sebaiknya ramai2, foto pernikahan dll. Iya dokumen pribadi hanya itu aja, tapi aku sertakan ktp/sim karena ada pertanyaan tentang itu formnya under national identity card. Dokumen pribadi utk sponsornya PR/citizenship, SIM. Yang lain fall under financial aspect seperti slip gaji, super annuation, dsb. Again, kalau masih ada yang ingin didiskusikan, be my guest

    Like

  4. Thank you bgt yah, kamu udah kaya cahaya dlm kegelapan ha3x bukan lebai..liat form nya aja 40 halaman, udah males. Nanti kl aku lagi urus2xin stuck aku tanya2x lagi yah. Thank you

    Like

    • Hahaha..tunggu sampai kamu liat form online-nya, ampe merem melek. Tapi should be easier for you kayaknya secara ga banyak kan yang merit tua spt diriku ini hahaha…best of luck!

      Like

  5. Oh my…I haven’t technically saved anything from Skype. I mean we have TONS of emails that I still keep for nearly 2 years we are on this long distance relationship. Thanks for this. I am overwhelmed hahaha. Btw, salam kenal ya 🙂

    Like

    • I. didn’t either bahahahaha. Well we used Line more than Skype. I came clean in my application and explained that I am such a dork for not keeping track of our Line calls (frankly I didn’t know how at the time). Anyway, no harm done so far. Keeping my fingers crossed and trust that my interview will go super smooth. Btw, imelnya yg diperlukan indexnya aja dan I suggest start keeping track of your Skype calls hahaha. Salam kenal juga!

      Liked by 1 person

  6. Pingback: Visa oh Visa [2] | riemikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s