Home

Ini bukan postingan baru melainkan potongan dari postingan Visa oh Visa [1] lalu. Dibuat jadi dua bagian karena udah kepanjangan. Ceritanya lagi berbenah.

Langkah selanjutnya adalah mengarang. Mengarang indah seperti yang gue lakukan sekarang karena kebodohan pagi ini adalah meng-cut bagian akhir post kemarin dan mem-pastenya di sini tapi apa daya dia lost in translation. *deep sigh* Tulis cerita cinta kalian, kuncinya be concise but be precise. Dengan proses aplikasi yang semuanya online sekarang ini, space yang dikasih pun terbatas so you may find yourself editing and re-editing words all night long (remember to keep the important details). Begin with the exact date you guys first met (ini juga pertanyaan pertama di formulir bagian kisah cinta).

Masih di bagian yang sama, jelaskan why you both can’t live without each other, frequency dan cara komunikasi, detil kapan dilamar dan merit, pembagian tugas rumah, pengaturan keuangan sampaaai harapan masa depan bersama. Jangan lupa membuat joint-account di bank sebagai bukti kuat akan komitmen kalian.

Sesudah kangen-kangenan waktu tiba di ostrali, segera bergegas ke salah satu private medical insurance provider dan sign up. Ada macam-macam tapi yang paling popular adalah medibank dan bupa. Jelaskan ke mereka kalau loe akan apply untuk PR karena surat coverage yang akan mereka keluarin beda-beda. Nah khusus untuk aplikasi spouse visa, ada tipe cover letter tertentu yang diminta pemerintah sini makanya kasih tau mereka tentang aplikasi PR jadi ga harus balik lagi ngerubah tipe keterangannya (seperti yang gue lakukan bahahahaha).

Sama seperti aplikasi-aplikasi lain, dokumen pribadi harus disiapkan, beberapa bahkan harus diterjemahkan. Dokumen yang diperlukan mostly akte lahir, passpor, ktp/sim, dan surat merit. Untuk urusan penterjemah, pilih yang memang sudah terdaftar di kedutaan ostrali (bisa dilihat di web mereka) biar semua lancar dan tidak ada tanda tanya. Jangan lupa, police check indonesa walopun sudah bilingual sebaiknya tetap diterjemahkan. Memang aneh tapi nyata *nyengir lebar*

Kalo udin semua, now scan your documents awaaayyy. Tipe file scan-an dan besarannya maximum bisa ditengok di sini. Once you’re ready, monggo sekarang saatnya buka websitenya dan apply. Oia, untuk yang punya sodara-sodara yang udah kawin, tanyain juga tanggal merit mereka semua karna ditanyain juga di bagian family history *Iyaaa memang reseeek formulirnya* Trus jangan membabi buta ngupload scan-annya nanti melampaui batas maximum dan loe stuck seperti yang terjadi di gue wkwkwkwkwkw. Sampe gue harus nelpon imigrasi jelasim kejadiannya, imel bagian processing, tunggu balasan (sekitar 2 mingguan) baru bisa selesaiin prosesnya.

Terakhir, saatnya sponsor loe alias partner untuk log in dan create aplikasinya. Kurang lebih sama prosesnya, dokumen yang dibutuhkan juga mirip-mirip. Except dia harus provide citizenship/PRnya dan ga perlu akte kelahiran. Dokumen pendukung lain juga disarankan seperti super annuation cover (dimana loe dicantumkan sebagai benefactor) dan surat perincian pajak.

*phew selesai juga menulis ulangnya* Proses aplikasinya wlopun detil ga ribet-ribet banget kok karena itu gue saranin banget untuk ngurus sendiri aja daripada kasih rejeki ke agent di luar sana. Unless loe kebanyakan duit dan ga tau mau diapain (bayar agent at the very least 2,000 dollar). Love is worth fighting for right?! So don’t be discouraged!

Advertisements

16 thoughts on “Visa oh Visa [2]

  1. Pingback: Visa oh Visa [1] | riemikan

  2. Detail ya mba ni orangnya. Beda bener dengan saia. Tapi kalau urusan administrasi biasanya pada nyerahin ke saia. Beh perjuanganya hehe luarbiasa. Ini tips jarang yang nulis. So ini beneran bermanfaat buat mereka yg juga lagi berjuang 😀

    Liked by 1 person

    • biar berguna de. Aku berkaca di pengalamanku sendiri, repot deh tanya ke buanyaak orang tentang pengalaman mereka dan belum tentu akurat (klo orgnya ga jelasin detil ato suka salah ingatan). Sekalian aku mau latian cara ngelink url bahahaha…so yang mampir ke sini udah lengkap sisa kilik eh klik2 aja. Thank you Ade!

      Like

  3. Rie, nanya lagi dong hi3x kan aku mau apply yg on shore spouse visa 801/820 katanya nanti kalau apply harus upload online yah? udah gak terima paper…yah gak pa2x sih, isi formnya sama 47sp, 40sp dan 888 yg bisa kita print kalau di website immi? apa isinya beda. pengin sih bikin account di immi biar bisa liat formnya dan bisa prepare apa aja yang di butuhin cuma kl bikin skarang masih rencana nanti apply juni ke atas ke cepetan gak sih? ada limit gak sih tuh account?

    terus kalau semua upload online kan pasti ada batas2x kan nah kaya bukti2x skype, email dan foto kasih nya berapa banyak sih? i mean kl ada batas kan mending kita cut down blum bukti kaya financial statement gitu. gimana sih enaknya since kamu udah pengalaman. misalkan berapa lembar? i mean i dont mind kalau nanti mereka merasa gak enough bisa ku supply lagi, cuma mikir yang efisien aja. since nanti aku pasti ribet ngurus yang lain, at least kalau udah banyak tau gak kaget nanti.

    Terus yang surat polisi serius harus translate walau udah bilingual? bisa gak gue coba aja scan yang dr mabes kl di minta translate lagi yah di translate kalau gak ya udah gimana ha3x

    thank you yah say…

    Like

    • Sen,

      Setauku ga ada batas untuk immi account karena itu kayak login name kita aja yang bisa diupdate tiap waktu (but I can be wrong). Untuk pastinya bisa coba telp help desk AVAC di Jakarta.

      Untuk supporting dokumennya sih secukupnya aja. Again, imel2an/skype/tlp2an semua indexnya aja untuk memperlihatkan komunikasi back and forth. Foto aku sarankan upload terakhir aja jadi masih bisa dipilah2 tapi don’t go crazy. Ambil yg penting2 aja. Besaran dan jenis filenya bisa kamu klik di url blog post aku di atas. Semua dijelaskan detil (bisa beda2 tiap orang karena besaran file yang beza2 juga).

      Terakhir aku sarankan sih translate aja (ini juga saran dari penterjemah waktu itu). Berdasarkan pengalamannya, biasanya disuruh translate lagi. Prinsipku sih ongkos translatenya masih reasonable bgt kok jadi mendingan persiapannya matang daripada kurang ini itu ntar panik. Di sini fee translate mahal bgt juga. Dan yang paling penting, suplemen dokumen di lain hari akan menunda proses visanya. Pemerintah akan tunggu sampai semua dokumen lengkap baru diproses (read baru case officer diassign). Please note, AVERAGE processing untuk TR aja sekarang udah 12-15 bulan.

      Like

  4. Hallo Mba Mikan, salam kenal dari Jakarta. ini komen-nya gak berhubungan sama postingan… i just like your words ‘Love is worth fighting for, right?! So don’t be discouraged!’ Oo No, i won’t be discouraged, i’ll fight for love! Ciee..uhuy..sy berasa jadi sok romantis neh 😀

    Liked by 1 person

    • Hahaha, gpp. Salam kenal juga, makasih banyak udah mampir. Penulisnya lagi “taking some time off nih” hahaha…semoga sudah menemukan love yang worth fighting for ya. Klo blm, semangat terus! ☺️

      Like

      • Haha, tau ajah kalo sy statusnya msh ‘searching for the love worth fighting for and not just worth while’. Oo well..he’s just out there, right. Like somewhere, maybe 😕 Haha, tambah gak penting neh komen sy 😀 Okay, looking forward to reading your other posts…

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s