Home

Nyambung lagi ya dengan tema wedding di Australia. Postingan sebelumnya bisa dilihat di sini 

Lanjut yoook……

  1. Tempat menentukan berapa banyak dekorasi yang perlu kita buat.  I am practical so waktu itu nyari tempatnya indoor karena kami menikah di bulan Februari dimana matahari di sini lagi garang-garangnya dan takut banget leleh dan keti banjir jadi gak kece hahaha. Trus kita juga sengaja pilih tempat resepsi yang udah gak perlu dimacam-macamin. Kita sisa nambahin pernak pernik di sana sini buat meja masuk, pasang sarung kursi dan pitanya, bunga di meja pengantin dan centerpiece di tiap meja.
  2. Biasanya untuk sarung kursi dan pitanya tempat resepsi udah punya rekanan tapi kita boleh juga bawa vendor dari luar. Kita sih shopping around waktu itu buat nyari yang paling murah hihihi…Florist pun aturannya sama.
  3. Khusus tentang centerpiece, gak harus bunga melulu. Kalo kreatif apa aja bisa dijadiin dekorasi. Misalnya ada yg pake buah di dalam vas bunga, ranting yang dicat, tempat lilin yang tinggi, go wild with your imagination! Bisa banyak penghematan kalo kreatif karena di belahan dunia manapun bunga asli mahal yak hahaha..Di sini juga ada lho penyewaan bunga palsu yang beneran mirip banget sama bunga asli. F dan gue sih prinsipnya cut cost di mana bisa, jadi centerpiecenya kita buat sendiri dikomandoi oleh kawan yang bakat merangkai-merangkai gitu. Bunganya belanja sendiri langsung ke supplier bunga dengan ngaku-ngaku kita EO wedding hihihi supaya bisa lebih murah trus dirangkai sendiri deh. Agak ribet dan capek di hari-hari menjelang D-day tapi cost savingnya bikin hati senang.
    Fruit centerpiece

    Fruit centerpiece

    Branch Centerpiece

    Branch Centerpiece

  4. Dekorasi meja lainnya yang wajib ada itu name card, jadi pada bisa tahu duduk di mana. Souvenir juga tidak dibagikan tapi langsung ditaro di meja dan di sini tiap orang dapat satu ya, bukan per pasangan/undangan. Souvenir orang di sini biasanya simple dan kecil aja seperti kotak kecil lucu yg diisi coklat, wine stopper, atau frame foto kecil. Gue yang idealis waktu itu ngasih table runner tenunan yang gue drag dari Indo dalam kardus guede termasuk kotak dan pitanya bahahaha…table runnernya sendiri gue pesan dari pekalongan sono. Memang gue maunya kasih souvenir yang memorable, beda dan berguna. Paling bete sama barang-barang yang akhirnya jadi junk aja. Costnya sih jadi lebih ya karena klo pesan souvenir ala orang sini kisarannya bisa sekitar AUD 2 – 2.50  dan udah datang dengan kantong plastik kecil yang transparan biasanya ama pita cilik), sementara punya kami jadi kurleb AUD 4an including kotak dan pitanya. Tapi gue pikir ok-lah selain itu kami juga udah saving di post-post yang lain dan undangan kami kan gak membludak kayak di Indo hehehe….
  5. Di tiap meja resepsi yang otomatis ada itu menu makanan hari itu jadi semua orang bisa tahu apa yang bakal mereka makan (set menu dibuat oleh tempat resepsi). Nah ada sedikit perbedaan, wedding-wedding di Amrik yang pernah gue urusin atau hadiri, kita bisa milih main coursenya waktu mengirim balik konfirmasi kehadiran kita (biasanya udah ada kolom yang bisa dicentang mau apa). Ini dulu ya, bisa juga udah berubah. Di Oz ini agak beda, misalnya meja isi 10 orang, otomatis langsung dikasih 5 beef dan 5 ikan misalnya. Jadi nego deh ama warga sekitar kalo ada yang mau tukeran. Tapi yang ada special dietary request macam vegetarian, kids meal atau gluten free bisa diinfokan ke pihak pengantin waktu menjawab undangan mereka. Nanti mereka yang bakal bilang ke cateringnya. Tapi kalo cuman mau misalnya steaknya well done,  waktu acara resepsi udah mulai kasih tau aja ke salah satu pelayannya, nanti mereka akan note. Oiya, harga makanan anak-anak jauh lebih murah dari orang dewasa, yaaa sekitar 50-60% dari cost normal. Para pemusik, MC, fotografer dan videografer itu wajib dikasih makan juga ya. Tergantung settingan layout table hajatan dan acaranya, mereka biasa didudukin satu meja biar gampang. Menu pun sama dengan yang lain tapi dapat diskon. Klo gak salah ingat untuk mereka 75-80% dari harga normal.

    Table Setting

    Table Setting

  6. Segala macam pernak pernik yang bakal ditaro di meja wajib didrop selambat-lambatnya 2 hari sebelum hari H karena nanti yang akan set up itu pihak resepsinya. Jadi komunikasikan dengan baik bayangan dekor meja itu gimana layoutnya. Pastiin tanya warna taplak meja dan serbet/napkin yang mereka provide. Pilihan yang ada umumnya warna putih/hitam.
  7. Sound system doesn’t come with the place, jadi harus nyewa sendiri. Kadang ada yang menghemat dan tidak pake live band tapi pake kompilasi lagu-lagu pilihannya sendiri yang biasanya dimasukin ke ipod dan diputer pada saat pesta. If you do decide to have some kind of live music, sebagai bayangan one person singer + guitar misalnya ratenya startnya di AUD 500 atau pemain harpa juga sekitar segini. Full band beda lagi. Nyewa baby piano ranges about AUD 1,000an. Untung waktu itu kita dikadoin teman musiknya. Kebetulan kami memang punya teman yang main band dan penyanyi jazz yang groovy. Jadi mereka datang lengkap dengan alat musiknya dan kami sisa nyewa sound system aja. Looking back, our wedding was so blessed with the help of so many friends.
  8. Dekorasi outdoor biasanya lebih ribet karena kalau malam pasti involve macem-macem seperti lampu-lampuan dll. Nah buat yang kayak gini harus lebih cerewet waktu ngomong sama pihak tempat resepsi biar jelas. Periksa dengan teliti perjanjian dan persetujuan yang udah dibuat. Saran gue sih lakukan semua komunikasi dengan email biar ada record komunikasinya kalau ada apa-apa. Pengalaman salah satu teman di sini, pernah ada miskom mengenai spesifikasi lampu yang mau dipakai. Ketahuannya udah sisa 2 hari sebelum hari H. Walhasil dia pontang panting cari vendor lampu yang dia mau dan  biaya membengkak banget karena nyewa udah mepet banget trus harus dibawa keluar kota (weddingnya di vineyard). Padahal kalo bener dari awal gak ada cost lampu tambahan.
    Outdoor setting

    Outdoor setting

    Outdoor decor

    Outdoor decor

  9. Lastly, pembayaran di sini bisa cash/transfer atau gesek kartu kredit. Gue kan pengumpul poin mania hihihi jadi apa yang bisa gue gesek pasti gue lakukan demi poin hahaha….Kalo tempat resepsinya gak bilang bisa bayar dengan kartu kredit, it’s always worth to ask. Biasanya mereka bisa akomodir kok. Dari poin gesek gasak kartu kredit buat kawinan, kami bisa dapat tiket pp untuk satu orang rute Melbourne – Malaysia woohoooeeee….now isn’t that smart? 😛 Pelunasan pembayaran wajib dilakukan satu minggu sebelum D-day.

Well begitu deh sekelumit bagi-bagi cerita tentang ngadain pesta kawinan di sini. Satu hal yang gue senang dengan vendor-vendor di sini itu mereka komunikatif dan fast response. Waktu itu kami kan masih terpisah benua (tsaaah) jadi it was super helpful untuk bisa ngimel orang-orang itu satu-satu and get the answer right away. Apalagi yang muter-muter kan si calon suami, jadi gue banyak banget pertanyaan dari nama bunga yang gue mau misalnya sampai istilah makanan yang gak biasa gue dengar. They were happy to help hanya dengan gue kirimin foto yang gue mau. Semua quotation dll pun gue terima per email dan gue kirimkan F untuk menawar wkwkwkwkwkw…Pokoknya juara banget deh laki gue ini yang dengan sabar ngukur jalan Melbourne dari ujung ke ujung buat nyari yang gue minta termasuk tasting wedding cake sendiri hahahaha…Semoga bermanfaat ya postingan ini, at least buat nambah-nambah wawasan 🙂

Semua foto-foto wedding adalah koleksi pribadi.

Advertisements

28 thoughts on “Wedding Season Part 2

    • Iya Non, wajib hukumnya. Selain name card, di pintu masuk kita harus pajang denah duduk jadi undangan bisa gampang nemu tempat duduknya. Logikanya sih karena undangannya kan pasti variasi ya, makanya pengantin udah mengelompokkan orang-orang semeja yang saling kenal jadi ngobrolnya bisa asik. Oiya, biasa klo adat Amrik ya biasa ada meja khusus anak-anak dan yang masih single, biar bisa mingle sapa tau ketemu jodoh di situ hihihihi….

      Like

  1. Postingan ini lengkap banget euy soal bagaimana pernikahan di sana jadi saya seolah bisa membayangkan sendiri bagaimana persiapan soal seating, pengaturan hiasan meja, undangan, menu makanan, kebiasaan tamu bagaimana memberi tahu waiter tingkat kematangan steak, bahkan miskomunikasi soal lampu taman yang di luar spesifikasi, termasuk kisaran biayanya :hehe. Thank you ya Mbak, ini bahan riset yang bagus sekali. Siapa tahu besok-besok saya bikin fiksi soal menikah di Australia, Mbak bisa saya jadikan narasumber utama deh :hehe.

    Liked by 1 person

  2. Kesannya lebih intim ya Mba kalau begini, apa boleh buat kebiasaan orang jawa ngundang segambreng undangan gitu, padahal pengen juga kayak begini, lebih sakral dan bener2 orang terdekat aja. Thankyou udah sharing Mba Mikan, jadi kebayang nikahan di luar negeri kayak gimana, hihi ^^

    Liked by 1 person

    • Iya mmg lebih intim dan lebih mudah ngaturnya. Hahaha sebenarnya keluargaku juga masih sgt tradisional cuman akunya aja yg gak mau besar2 dan beruntung karena adikku udah duluan nikah jadi negosiasi pesta ‘kecil’ pun bisa berhasil hahaha. Terima kasih udah menyimak yaaaa Nia.

      Like

  3. Naah aku gak punya cerita khusus buat yg ini Ji. I was very practical karena banyak yg diurus waktu itu sementara lembur terus di kantor. Jadi untuk di gereja aku nyewa bawa dari Indo. Itupun langsung mutusin dalam sehari wkwkwk. Habis itu di resepsi yang langsung lanjut habis gereja aku buat. Ini pun last minute karena tadi ya aku mau pake cuman satu krn gak ketemu penjahit yang sesuai standardku. Eehhh tiba-tiba aku nemu penjahit yang ok bgt jadi buru-buru deh hunting kain. Aku die hard fan-nya evening gown karya Ellie Saab jadi aku contek deh designnya hihihihi…berani buat gitu karena penjahitku punya taste yang sama dan skillnya ok. Habis itu buru-buru hunting buat yang bisa bikin hiasan rambut. Dalam 3 minggu semua kelar hahahaha…

    Like

  4. Baca2 artikel wedding season-nya mbak Mikan bikin pengen resepsi lagi wuahahahaa… Seru banget kayaknya, nikahan di luar yg datang cuma keluarga & temen deket. Printilan semuanya diurusin sendiri ya sampe centerpiece meja 😀
    Souvenirnya unik banget, apalagi buat orang Ostrali… Memperkenalkan kekayaan Indonesia…

    (kebayang kalo souvenir kayak gitu buat kawinan ala Indonesia yang undangannya 500 orang, baaaahhh…. pusiiing)

    Liked by 1 person

    • Hahaha aku juga mknya ngomporin adek biar cpt nemu jodoh wkwjwj. Hbs ngurusin nikahan sendiri aku jd pgn buat lagi dgn bbrp improvement haha. Klo di Indo tekor Tia hihihi…selain biaya, assembling kotak, pita dan tanda terima kasih itu gempor juga yaaaa

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s