Home

Yippieeee dimulai dari wiken kemarin, matahari sudah hadir di kehidupan lagi, walaupun masih malu-malu, tapi kemunculannya selalu disambut dengan semangat 45. Seiring dengan cuaca yang mulai bersahabat, mulai banyak juga teman yang bertanya tentang wedding di sini. Well, banyakan sih memang teman-teman yang tinggal di sini Semua bermula dari kawan yang meminta gue jadi EO kawinannya, dari situ suka banyak yang request sampai akhirnya kita mikir mo bikin EO beneran. FYI, selama ini gue senang bantu aja ya bukan dibayar. Wedding is a beautiful thing and I am always happy to share the happiness.

Wedding di sini banyak bedanya sama gaya wedding di Indo jadi variasinya juga banyak and you don’t have to feel bad (menurut gue lhooo) dengan cara apapun kamu mau merayakan hari besarmu. Teman-teman blogger senior lainnya yang bermukim di negara barat juga udah beberapa yang menulis tentang “budaya” wedding versi negara tempat tinggal mereka. I guess this is just my version of it.  Masih agak bingung mau membagi postingannya bagaimana yang paling efisien, tapi mungkin bagian pertama ini gue bakal cerita lebih banyak tentang how to-nya. Nanti di part 2nya baru pakem-pakem menghadiri weddingnya.

Let’s start .

  1. Dengan asumsi sudah ada pilihan tanggal, langkah pertama tentukan mau seperti apa kawinannya. Unlike kita Indonesians yang rata-rata ijab kabul/pemberkatan nikah lengkap dengan resepsi, di sini bisa registry saja. Ya budayanya kan berbeda dan yang utama pencatatan nikah secara legal. Pesta dan acara keagamaan terserah dengan yang mau hajatan. Jadi yang utama cari celebrant dulu (istilah untuk orang yang berwewenang menikahkan secara hukum). Ada juga pendeta/imam yang juga bersetifikat sebagai celebrant. Kalau nemu yang begini jadi lebih gampang jadi gak usah dua kali, wedding registry dulu baru secara agama atau sebaliknya (buat yang memang pengen melakukan keduanya).
  2. Berikutnya kalau hanya wedding registry, acaranya bisa simple banget. Ada pasangan teman yang hanya datang ke tempat celebrantnya dan langsung dinikahkan di situ dengan baju biasa saja. Kalau bule-bule yang gak niat pesta, banyak yang daftar di Marriage Registry office dan merit di sana. Ruangannya biasanya cuman 2: untuk 8 org ato 55 orang. Tentunya harga sewanya berbeda dan hari kerja ato wiken pun dibedakan. Tarif celebrant start at minimum of AUD 300 and up. Biasanya yang membedakan kemampuan cuap-cuap celebrantnya misalnya yang ingin biar pestanya lebih ceria, lebih banyak ngomongnya dll.

    http://www.bdm.vic.gov.au/home/marriages/victorian+marriage+registry/

    Ceremonies at the Old Treasury Building -courtesy of Victorian Marriage Registry

  3. Ketiga untuk yang lengkap dengan pesta tentunya harus nentuin tema weddingnya. Summer months sampai early Fall itu jamannya banjir wedding di sini. Outdoor atau indoor secara garis besar, Kalo outdoor, garden partykah, by the beach, up on the hill, rooftop, vineyard, atau at the backyard of someone’s house? Indoor juga bisa macam-macam, di rumah sewaan, gedung kawinan, museum, art gallery, warehouse, gereja, city hall, sewa ruangan di community center, hotel, castle, restoran, the option is endless. PS: di sini gedung kawinan biasanya tidak seperti di Indo ya. Sizenya lebih kecil dan biasanya bangunan dengan atap lebih rendah bukan yang megah-megah seperti di Indo. Tapi dalamnya necis dan terjaga tetap cantik.

    Brighton

    The international of Brighton – tempat resepsi

  4. Oiya kalo pesta kan ada makanan judulnya. Nah definisinya pun bisa berbeda. Semisal hanya mengundang untuk ijab kabul di rumah ato di gedung tertentu, makanannya bisa hanya snack saja atau makanan besar. Yang mengundang hanya untuk di gereja, udah pasti sih bukan makanan besar tapi hanya canapes, finger foods dan air putih, jus, teh dan kopi.
  5. Untuk yang mau pesta lebih besar berikutnya hunting tempat ya. Nah sewa tempat itu bervariasi tapi kalo dilihat-lihat ada garis besarnya sekitar $100 ke atas untuk yang sewa tempat apapun temanya. Kecuali kalo ngadainnya di backyard rumah sendiri ato sewa ruangan di community center yang cenderung lebih murah harganya. Perlu diingat, wedding di sini karena kecil selalu sitting set-upnya. Jadi bukan prasmanan ya dan harga yang diquote itu harga set menu yang biasanya dimulai dari 3 course meal. Rata- rata undangan mulai dari 50 orang ke atas. Jadi rate ruangan pun dibagi dari 80 orang and up. Kalau ruangannya untuk 80 orang dan hanya mengundang 50 orang sih biasanya chargenya tetap, gak bisa dikurangin menurut pengalaman.
    Appetizer - courtesy of Brighton Savoy

    Appetizer – courtesy of Brighton Savoy

    Rate perorang variatif juga di sini menurut hari kawinan (weekdays/weekend), waktu resepsi (siang/malam), dan seasonnya (winter karena dingin jadi yang paling murah).

  6. Nah khusus untuk dessert di sini ada pilihan. Semisal memilih 3-course meal, kue pengantin bisa dijadikan dessert. Jadi gak nambah dan bisa ngurangin ongkos per orangnya. Tapi gak banyak sih nguranginnya rata-rata AUD 5 per orang max AUD 10. Kalo memilih kue pengantin dijadiin dessert, nanti pihak catering akan motong-motongin dan sajikan ke tiap orang.
  7. Bertema ala bule, termasuk dalam tarif undangan per orangnya itu free flow minuman: air putih, jus jeruk biasanya dan champagne, white and red wine. Jarang banget sih yang chargenya gak free flow menurut observasi gue di sini. Naaah ini salah satu hal yang gue belajar dari wedding kami. Judulnya kan sudah free flow, sebelumnya tanyakan free flow itu berapa banyak botol winenya. Seandainya tidak diminum atau tidak habis, wine-wine itu bisa dibawa pulang lho!! Too bad kita taunya after the party. Untung beberapa teman yang tau langsung minta sendiri ke waiternya. Sayang kan klo gak, toh udah dibayar.
  8. Oiya, di sini kateringnya tidak bisa milih ya. Jadi harus go with katering rekanan si tempat yang disewa dan biasanya memang cuman satu jadi bukan memilih dari beberapa. Di sini juga jaraanggg banget yang ada food testing. Dari sekitar 15 tempat yang kita survey untuk acara kita waktu itu cuman satu yang bisa nyobain. Itupun sesuai dengan jadwal mereka yang cuman diadain 3x setahun dan bayar ya. Kalo gak bisa make it di waktu itu ya udah gambling deh. Menu makanannya pun rata-rata standard ya, daging – steak, ikan dan ayam untuk mainnya. Appetizer yang agak variatif dan dessertnya. Jadi kuncinya banyak baca review deh dan doa aja supaya enak hehehe….we were fortunate, ours was delish menurut feedback para tamu.

Lanjut di posting berikutnya yaaaaa…..

Advertisements

20 thoughts on “Sunny days – wedding season is back on

  1. Terima kasih ya Mbak buat ilmunya, jadi menambah pengetahuan baru tentang pernikahan di luar negeri, sejauh yang saya lihat lebih simpel dan menyesuaikan dengan keinginan pasangan ya :hehe, beda dengan di sini yang undangan bisa sampai tiga atau empat digit, kalau undangan sedikit kan pesta bisa jadi lebih intim soalnya yang diundang cuma orang-orang terdekat. Cuma kalau tidak bisa food testing ya kebanyakan pasrah dan berharap semoga para tamu suka ya… :hehe.

    Liked by 1 person

    • Makasih ya Grant 😊 memang lebih mahal hitungan per orangnya. Btw wedding di Bali harganya udah sama dengan di sini lhooo (hasil riset persiapan kemarin) bahkan lebih mahal.

      Like

    • Bahahahahaha enak aja…kalian itu diundang tapi kagak ada yg bilang mo datang 😁 iya Dan memang lebih santai karena semua keputusan berdua doang tanpa campur tangan keluarga kiri kanan yg sering kali bikin keruh suasana (pendapatku lhooo).

      Like

  2. Pingback: Wedding Season Part 2 | riemikan

  3. Halo Mba Mikan, long time no see :p Mba Mikan, enaknya wedding disana itu simpel ya. Mungkin keluarga juga gak rempong ikut campur, hehehee.. Terus ga mesti kasih bahan untuk seluruh keluarga (all sepupu, all om tante, kadang – kadang tetangga juga dikasih :p)

    Liked by 1 person

    • Haiiiii Puji! Iya nihh…waktu itu cuman janjian keluarga pakai kebaya dan warna warni aja biar seru krn lagi summer. Sebenarnya mengenai pembagian kain itu yaa ternyata banyak yg ngeluh juga karena ongkos jahit mahal kan trus klo seragam gak fleksibel dipake lagi habis itu. Jadi klo kami sekeluarga sekarang sih kebiasaannya cuman sebatas keluarga inti aja yg dikasih kain hihihihi…wedding kami juga gak byk direcokin habis semuanya biaya sendiri wkwkwk…

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s