Home

I think it’s a general concensus among major airlines that if someone dies on a flight, the body will be put in first class. I suppose they do that to isolate the body from the living ones. A friend of mine who is a trainer at Indonesia’s national carrier has many stories about flying with the deceased.

1. Di satu flight, tiba-tiba banyak penumpang complain tentang bau yang tidak biasa di atas pesawat. Mungkin karena dengar suara orang rame berkomentar ato ngobrolin hal ini jadi pergilah seorang bapak menhampiri salah satu pramugari dan bilang, saya dengar complaintnya dan saya hanya mau kasih tau kalo bapak yang disebelah saya itu sudah meninggal 2 hari yang lalu dan kami semua sedang menuju ke pemakamannya.

2. Ada bapak-bapak yang waktu boarding jalannya dikerumunin depan belakang sama 4 orang. Mukanya udah agak pucet dan memang terlihat tak berekspresi. Naah yang serunya bapak ini jalan dikerubutin rombongannya dan begitu udah duduk di kursinya, pesawat sudah take off dan stabil di udara, ketua rombongannya datang ke pramugari dan bilang bapak yang duduk di dekat jendela di samping saya itu sudah meninggal dan saya orang pintar keluarganya. Kami sedang menuju ke pemakaman beliau jadi tidak usah disapa atau ditawarin apapun. Jalan sendiri lhoo….

3. Kejadian lain lagi yang katanya umum adalah membopong the deceased dengan kursi roda. Seperti di contoh dua di atas biasanya the dead body itu berpakaian lengkap, dipakein syal, topi dan kacamata item. Nah kasian gak sih petugas yang bertugas mendorong orang meninggal itu tanpa sepengetahuan mereka. Jadi ya seperti penumpang lain, jenazahnya didudukin di kursi pesawat oleh si petugas layaknya penumpang yang requires special assistance dan akan dijemput lagi waktu landing. Keluarga yang meninggal sih katanya pasti nempel ketat dan bantu. Pastinya waktu dorong-dorong sang petugas gak tau bahwa yang dibawa sudah meninggal dan gak mungkin juga nanya kan?! Nanti dianggap kurang ajar wlopun katanya sering kali mereka sudah curiga karena udah pernah mengalami atau tau dari kawan yang lain.

Scenario umumnya temen gue cerita kalo jenazahnya pasti didudukin paling ujung dekat jendela dan biasanya dikerumunin para keluarganya disamping, depan dan belakang kursinya. Yang agak membuat gue kurang nyaman adalah fakta bahwa the deceased body itu digabungin sama penumpang lain dan belum tentu orang-orang yang lain itu nyaman kan. Kedua belum lagi kalo ada bau-bau yang kurang menyenangkan yang merebak di pesawat. Concern gue berikutnya adalah pandangan kultural/religius yang berbeda. Kita ini kan masyarakat yang multicultural dan tiap group punya tata cara yang berbeda misalnya gak boleh berada dalam ruangan yang sama kalo lagi kenapa-napa atau gimana kalo di pesawat itu atau didekat kursi yang meninggal itu ada ibu hamil? Yang gue tau kan beberapa budaya memang melarang ibu hamil untuk datang melayat ato dekat-dekat dengan yang sudah meninggal. Did these people think about the implications? Most likely not and that’s why I find the act ignorant and of course this is purely coming from my own perspective and opinion.

Dalam kasus-kasus di atas, bottom line-nya keluarga yang berduka ambil jalan pintas dengan bawa orang yang udah meninggal sebagai penumpang biasa. Tentunya mereka gak pernah kasih tau ke airline yang mereka tumpangi beforehand. Ya iyalah karena klo ketauan dari awal pasti gak dibolehin. The airlines do have rules but they are difficult to reinforce I guess in these situations. Nah kebayang kan ricuhnya hari itu seandainya ketauan sebelum boarding trus dengan keadaan hati keluarga yang sedang berduka, sering kali kan kita gak mau dengar penjelasan dan mau keep going aja apalagi dalam situasi yang sensitif. Yang kayak gini juga gampang lolos karena check-in kan bisa diwakilkan. Awak kapal yang bertugas juga sering gak berdaya karena taunya waktu udah on board, everyone is strapped in dan the plane is ready to take off, ato waktu udah mengudara. Klo pas baru mau take off, ribet juga buat putar haluan karena biaya parkir pesawat yang hitungannya menit-menitan itu kan puluhan ribu dollar. Dilema banget!

Setelah gue pikir-pikir sih mungkin alasan utama mereka melakukan hal ini adalah biaya. Clearly akan lebih murah buat  keluarganya untuk beli satu tiket penumpang daripada bawa mayat di peti, but still people I think we ought to be more considerate of other people’s feelings. Hal lain yang menarik dihighlight adalah the supernatural power involved. Is it supernatural or magic? I am not sure. Ya seperti di contoh kedua di atas, bisa jalan sendiri lho!!

Ada yang pernah witness langsung kejadiannya gak? Anyway, that’s just my two cents guys. Happy Thursday!!

Picture source destdc.com

Advertisements

74 thoughts on “Did you say hi to the person next to you?

  1. Wah serem banget kalo ada yg bawa orang meninggal ke pesawat. Itu yg bawa tega banget ya sama penumpang lain. Aku sih belum pernah nemu kasus kayak gini Mbak. Dan berharap jangan banget deh ketemu sama yg kayak itu. Duh bisa pingsan deh kalo ada bau2an yg aneh. 😀

    Liked by 1 person

  2. Saya pikir selama ini deceased body itu selalu dimasukkan ke peti, gak masuk kabin penumpang 😯 Soalnya tetangga yg wkt meninggal di Penang kemarin pun pake peti. Mending kalo meninggalnya baru, kalo udah berbau gt kan, duh! Kasian 22nya.

    Liked by 1 person

  3. Haiiissssh. Gak pernah kepikiran tentang ini sebelumnya Mbak Mikan.. Bener sih ignorant and inconsiderate kalo cuma mikirin biayanya aja. Tapi di Indonesia emang sudah ada pelayanan untuk mengantar peti jenazah Mbak? Hal baru yang kupelajari hari ini nih.

    Liked by 1 person

    • Ada banget kok Dan dan udah lama soalnya keluargaku (terakhir tante tahun lalu) juga selalu dipeti jenazahkan dan dibawa di pesawat. Naah bedanya klo kita bawa peti jenazah untuk pesawat jadwal jam 6am misalnya, kita sudah harus standby siap naikin jenazah dari jam 4am karena harus discreet ya karena ketidaknyamanan penumpang. Lhaaa gitu aja hati2 gimana dengan yang ini???

      Like

  4. Mbak, horor ya itu kalau ada yang bisa jalan sendiri. Dan memang ekstrem cadas banget itu kalau bawa mayat yang disamarkan sebagai penumpang biasa yang berkursi roda, sumpah sadis banget gilanya. Kalau ketahuan, itu juga pasti berdampak pada nama maskapai yang bersangkutan, ya.

    Saya bersyukur belum pernah mengalami hal-hal semacam itu. Lebih baik tidak, deh… :hehe.

    Liked by 1 person

  5. Kok aku mbayanginnya kyk di film-film horor gitu ya… mayatnya tiba-tiba bangun menyapa penumpang lainnya yg masih hidup… Soalnya pernah nonton film horor yg nganterin mayat pake pesawat, hanya saja cuman sendirian, sama satu pramugari. Lupa judulnya apa.

    Liked by 1 person

  6. OMG omg.. mbak mikan, aku malah baru tau loh ada yg seperti ini, thanks udah tulis ini ya. Unethical banget sih menurutku dari sisi almarhum/ah nya juga kan kasian. Harusnya ada tindak perdata utk hal ini, oh… 😦

    Liked by 1 person

    • Naah gak tau deh Man klo yang ” jalan” sendiri klo yg di kursi roda kan ada yang dorong. Jadi ini semua cerita dari pramugari yang kena kejadian ini dan akhirnya si trainer pun cek dan ikutan beberapa flight untuk memastikan dan dia pun dah menyaksikan katanya. Mereka liatnya jadi pas udah di pesawat.

      Like

  7. Pas awal baca, aku pikir kejadiannya di luar. Taunya di Indonesia, huwaaaaaa.. Eh tapi ga kebayang deh, kan di Indonesia hanya beberapa bandara yang punya garbarata. Gimana itu naik dan turun pesawatnya. Dipikir-pikir daripada ngongkosin si deceased body dan ‘orang pinter’ buat ngawalnya kan mending nambah dikit udah bisa bayar tiket khusus peti jenazah yakk. Hiks tega banget itu keluarganya sama yang meninggal dan penumpang-penumpang lain. Btw, salam kenal Mikan 🙂

    Liked by 1 person

    • Salam kenal juga dan makasih udah mampir. Yang kayak gini sih rasanya gak mungkin kejadian di luar karena semua sampai hal2 kecil aja ada aturannya sampai barang yang kita bawa dalam bagasi bukan carry on ya. Iya menurutku gak etis banget sih tindakannya.

      Like

  8. Daku kok keliwat yang ini ya…. hiks.

    Ckckckck. Sampai segitunya ya Mbak. Serem juga sih kalau beneran ngalami sendiri. Sama seperti beberapa yang di atas, gimana ya caranya bisa lolos penjagaan segitu banyak.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s