Home

Pagi ini bangun dan teringat akan obrolan dengan seorang abang yang sering kusebut sebagai my spiritual father. It’s the start of a new month jadi agak ingin mengingatkan diri sendiri akan beberapa hal.Β Katanya kalau kita pernah ikut seminar-seminar self-improvement gitu pasti udah pernah dengar mengenai analogi wortel, telur, dan kopi. Gue jarang sih jadi gak tau karena emang gak pernah ikut kecuali dengerin session-session motivasi yang jadi bagian acara di kantor yang lama. Itu pun gak pernah ada speaker yang ngomongin tentang ini.

Wortel, telur, dan kopi – yang mana pribadi kita? Temukan mereka dengan api dan lihat bedanya (ceritanya gue ubah dikit tapi tetap dengan inti yang sama). Wortel kalau dibakar malah jadi lembek, sedangkan telur dibakar jadinya mengeras. Kopi dibakar wanginya menyeruak ke mana-mana dan tambahkan air panas makanya jadilah minuman yang nikmat. Analogi simple tapi dalam juga kalo dipikir-pikir.

So the question is – will the process of life brings out the best or the beast in you?

Have a wonderful start of March.

Feature image courtesy of Whats-Your-Sign.

Advertisements

39 thoughts on “Best or Beast?

  1. Saya bahkan baru tahu ada analogi wortel, telur, dan api itu.
    Tapi analogi yang sempat mengemuka di angkatan saya, angkatan yang menyebut diri salah lokasi-posisi, adalah analogi berlian. Yang meskipun ada di tempat sampah paling jorok sekalipun, tetap bersinar cemerlang :haha. Yes, there we are shining.
    Jadi kangen masa-masa ketika jadi pegawai baru. Semoga idealisme itu masih tetap bertahan :hihi.

    Even though things are getting rough nowadays, they surely will bring the best of me. There is no more time for being negative :haha.

    Sorry for this long comment :).

    Liked by 2 people

  2. Tulisan yang pas untuk mengawali bulan. Biarpun pernah dapat materi tentang analogi wrtel, telur, kopi itu, aku hampir lupa kalau nggak diingatkan lagi melalui postingan ini. Makasih, Mbak πŸ™‚

    Liked by 1 person

  3. Aku baru tahu sekarang malahan, ketauan pas sesi motivasi di kantor selalu ngabur *sok2 ga butuh gitu padahal diam2 nguping haha. Petuah keren mengawali Maret yang romantis πŸ˜€

    Liked by 1 person

  4. Belum pernah dgr analogi wortel-telur-kopi sebelumnya krn mmg blom pernah ikut seminar2 self-improvement sblmnya *efek.terlalu.percaya.diri* hahahaa…
    Anw, waktu kecil kyknya aku seperti wortel.. Pergumulan hidup bikin hati jd ‘lembek’… But experience creates perspective… Skrg rasanya aku seperti telur, pergumulan membuatku ‘kuat’… Apalagi tinggal jauh dari keluarga mau tak mau menempa diri untuk jadi survivor… Tadinya sih mau pilih kopi, krn ngasih efek ke sekitar dgn wanginya… Tapi pada akhirnya kan kopi itu ninggalin noda, entah di gelas, ato di taplak (kalo keciprat), ato malah di gigi (iya ga sih haha)… So I stick my answer to egg hehe….

    Liked by 1 person

    • Ya secara sekilas dan logika memang jadi telur ok. Ini juga salahku karena analoginya katanya dah sering dikumandangkan jadi kusingkat dan kurubah dikit. Cerita aslinya ketiga benda itu direbus dalam panci. Nah moral of the story intended justru bagi kita jadi kopi. Telur katanya kita mulai dengan sikap yang tulus dan sensitif terhadap orang lain tapi setelah prosesnya menjadi orang yg egois dan cuek, keras hatinya. Kopi sendiri hilang bentuk aslinya dan lebur dengan air yang direbus mengeluarkan aroma yg nikmat dan minuman yg lezat. Demikian, maaf sudah misleading πŸ˜‚

      Liked by 1 person

      • Gak ngerepotin kok, cuman berkewajiban meluruskan aja hushahaha. Sama aku juga gak pernah kecuali some motivatonal speakers yg beberapa kali diselipin di acara kantor dulu. Yg ini aja aku baru dengar minggu lalu jadi ditulis sapa tau ada jg yg bernasib sama hihihihi….

        Liked by 1 person

    • Maaf ya gak lengkap ceritanya jadi banyak yang salah kaprah. Intended moral storynya jadi kopi hihihihihi…tapi klo diambil arti baiknya memang telur dan kopi plg ok ya πŸ™‚

      Like

      • Kesalahan pada writer yang menyingkat cerita aslinya karena katanya analogi ini udah sering dibicarakan jadi biar gak ngebosenin gitu ceritanya hihihi…
        Cerita aslinya ketiga benda itu direbus dalam panci. Nah moral of the story intended justru bagi kita jadi kopi. Telur katanya kita mulai dengan sikap yang tulus dan sensitif terhadap orang lain tapi setelah prosesnya menjadi orang yg egois dan cuek, keras hatinya. Kopi sendiri hilang bentuk aslinya dan lebur dengan air yang direbus mengeluarkan aroma yg nikmat dan minuman yg lezat. Demikian, maaf sudah misleading πŸ˜‚

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s