Home

I didn’t know what my waste bins mean to me until their gone. Tempat sampah di sini tidak seperti di rumah-rumah indo yang pada umumnya disemen.  Kalo di sini tempat sampahnya terbuat dari sturdy plastic material, gedenya berkisar 80 – 240 liter dan ada 3 jenis: untuk sampah biasa/macam-macam, sampah recycle dan sampah taman seperti daun-daun/ranting. Garbage collection day di kompleks gue itu jatuhnya di setiap kamis pagi. Para penghuni diwajibkan untuk naro trash bins-nya by the street latest by 6am untuk diambil. Kalo telat ya your luck deh. That means you ought to keep your rubbish for another week hahaha…

Nah, 3 minggu lalu seperti biasa gue keluar rumah jam 1 siang untuk ngambil garbage bins itu. Tak dinyana tak disangka, mereka hilang tak berjejak. Gue susurin sepanjang blok kompleks gue, sampai keluar masuk di setiap cluster kecil kumpulan flats, tapi NADA! Sorenya bersama suami kami bagi tugas lagi nyusurin jalanan sebrang, kali aja ada yang kelewat. Lagi-lagi nihil! Padahal para tetangga sudah mengambil trash bins masing-masing (peraturan pemerintah mewajibkan semua waste bins off the street by the end of collection day).

Walhasil karena kesal bercampur penasaran, kami bergantian patroli tiap minggu mencari dan berusaha memecahkan teka-teki tempat sampah misterius ini. Gue pun secara seksama memperhatikan gerak-gerik tetangga-tetangga terdekat kalo-kalo gue mendapati mereka lagi menggiring rubbish bins milik eike. Keseringan patroli mungkin menimbulkan tanda tanya di salah satu tetangga kami yang berkebangsaan indihe. Setelah tau perihalnya dengan santai dia menyarankan kami mengambil salah dua waste bins yang berjejer di pinggir jalanan minggu itu. Ini dia nih orang kayak gini yang bikin hidup orang lain susye.

2 minggu berlalu dan kami pun mulai lelah menyelundupkan waste kami ke dalam rubbish bins tetangga di malam sebelum hari collection. FYI, semua bin yang dijejer di jalan harus ditaro rapi dan ga boleh overflowing sampahnya serta tutupnya harus terkatup rapat supaya tidak menimbulkan polusi bau ato mengundang kumpulan lalat ato ketidaknyaman untuk para penghuni. Capek lho nunggu gelap banget dan mulai mengendap-ngendap nyelundupin sampah sambil nyari bins yang masih ada space buat diisi. Belum lagi baunya yang kurang sedap.

Putus asa dan dosa mulai numpuk karena curigation, akhirnya gue telpon deh agen rumah dan nanya solusinya. Ternyata urusan tempat sampah adalah urusan city council. Pencurian tempat sampah juga adalah hal yang biasa karena udah jadi pilihan baku di formulir yang harus diisi huehehue…Waste bins yang baru akan datang 5-10 hari kerja sejak formulir disubmit dan buat yang masih nyewa tempat, everything is for free karena biayanya dibayar oleh pemilik tempat (kayaknya udah masuk dalam biaya lingkungan yang harus ditanggung tiap owner).

Anyway, I think I have bad luck with rubbish bins. Waktu udah seminggu lebih lewat, gue telpon city council untuk ngecek kenapa belum datang juga. Ternyata admin yang proses formulirnya salah masukin nomor, 7 diketiknya 1!!! Arrrrrggggghhhh…ternyata benda-benda itu sudah diantar ke cluster kami kemarin dan tentunya sudah tidak ada lagi karena udah diembat penghuni no 1. Grrrrrr!!! Ga bisa diambil sembarangan juga karena tiap tempat sampah ada nomor serinya yang sudah terdaftar sesuai alamat rumah. Boy I never knew that rubbish bins are such valuable commodities. Luckily, since it was the city council’s mistake, they replaced mine right away the next day. Akhirnya berakhir juga kisah detektif pencuri tempat sampah yang hingga akhir tidak terpecahkan. Garing ya bahahahaha…..

Advertisements

37 thoughts on “Maling Tempat Sampah

  1. 😀 di sini tial hari truk sampah lewat mba.. Jam 7 d angkut. Bayar pervulan 15% kotanya juga bersih dimana-mana ada petugas kebersihan dri dinas tata kota. Terminal aja di sapuin mereka. Garing kan enak mba kreyens2 kriuk2 😀

    Like

  2. Kayaknya harus ditempel GPS di tempat sampahny, atw kasih alarm anti maling, atw dikasih rante yg ada gembokny, atw kasih lem di pinggirnya jadi pas si maling pegang bakal terjerat dia #halah terjerat

    Kalo maling jemuran ada ga mba?? Kayak di indo

    Urusan sampah riweuh jg ya di situ

    Liked by 1 person

  3. Wuih ramenyooo mba Mikan eh or Ms. Orange? Telat beberapa hari sudah ramaaai terkomen. Bangaa. So proud of you. Di kompleks ku belom pernah Mba Mikan. Bentuk waste bin nya sih sama cuma campur jadi satu. Karena closed cluster sih ya. Swasta ga bisa bisnisin ya Mba Mikan? Ihik

    Liked by 1 person

    • Huhuhuhu *terharu dan tersipu malu kyk anak kecil dpt approval bpknya* eh udh pake rubbish bin kyk gt ya di sana? Ga ada yg maling wkwkwk…nooo sampah adalah milik pemerintah hahaha apoo seehhh

      Like

      • Di kompleks udah mba. Tapi ya itu masih campurcampur jadi satu semuah. Gak dipisahpisah. Semoga sih ga ada yang niat ya mba maling di sini. Hihihi. Btw konten blognya beneran menarik loh. Apalagi dirimu rajin bw. Cepet banget perkembangannya.

        Like

      • One step menuju recycling ya..makasih ya Dan! Ihikk ☺️ Tujuan bw bnrnya cari inspirasi gimana menstruktur blog ini dan pick up things yang gue suka (ato klo debating ttg suatu tulisan..research org2 nulis apaan seeh) EF supports my bw life hahahaha. Slowwlyyy I am finding my form hihihihi

        Like

  4. Bahahaha…nomor ajaaaaa bananaaa. Di yang baru udah aku tulisin pake non-erasable marker guedeee2 no rmhku biar ga ada alasan salah ngambil wkwkwkw.Btw thanks a lot for covering me yesterday, appreciate it! Tiba2 euy

    Like

  5. Teratur banget ya Mba di sana. Untungnya sih gratis. Kebayang. Mahal juga kan harganya.
    Di rumah mah dah ilang sejak seminggu kami menempati rumah. Walau dah ada nomor masing-masing, tetep aja pas awal itu ilang semua. 😀

    Like

  6. waaaah… padahal di sini sampah pada dipalstikin di kresek, diangkut pake motor, trus dibuang begitu aja di pinggir jalan yang emang udah jadi pangkalan sampah tidak resmi atau lebih parah dibuang ke sungai. *saksi mata* kalau liat begituan pengin deh misuhin si pelaku, tapi kok ya gimana gitu…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s