Home

Belakangan ini gue lagi sering kuliner cinema. Nonton di sini mahal (normal $20) jadinya selalu berburu tiket murah dengan cara nomat (sekarang udah $13 *telen ludah* dan biasanya senen ato selasa) or better yet, plan ahead dan beli tiket di eBay. Cara lain untuk dapetin tiket diskon juga banyak seperti sign up dengan certain car insurance yang privilegenya bisa beli tiket as low as $10. Tapi biasanya yang gini-gini banyak restrictionnya seperti ga bisa dipake di wiken ato hanya bisa dipake sampai jam 5 sore di hari sabtu endesbra endesbre. Btw, rate student juga ada lho! (dan lebih murside dari nomat).

Bioskop di sini ada dua jenis: event cinema dan independent cinema. Event cinema tuh yang spesial gituuu, banyak perknya. Extra large screen, huge comfy seat, bisa nonton 3D, pelemnya semua new release, gitu-gitulah. Sementara yang independent biasanya old cinemas, screennya lebih kecil, kursi dan atmosfirnya lama dan yang pasti cuman 2D. Otomatis harga tiket di small community cinema (istilah lain bioskop independent) lebih mureng dan kalo loe beli yang diskonan pun biasanya tiket itu bisa dipake kapan aja.

Sebenarnya yang gue mo ceritain ada dua, Vmax (event cinema) dan habit ngeselin orang sini kalo nonton. Pengalaman nonton di Vmax seru banget, ampe ternganga-nganga selama nonton huehuehue…Di Vmax kursinya diatur kayak di stadium, layarnya ruaksasa (klo ga salah lebih dari 20m!) dengan konfigurasi silver screen yang tentunya bisa nayangin pelem-pelem 3D. Lega banget karena kursinya luas atas bawah, sandarannya dibentuk sedemikian rupa ngikutin lekukan punggung, armrestnya gede ampe bisa naro kepala loe disitu (seandainya loe mo sok berbaring di pangkuan teman sebelah tapi digaplok) dan ada mejana sodara sodara!!!! *ini bukan promosi Vmax yak*

Yang paling bikin gue terharu (lho?!) adalah positioning kursinya yang cerdik banget bagaikan kancil. Di mana pun loe duduk selalu berasa kayak you’re centered to the screen huhuhuhu…..Namun tentunya, everything comes at a price-lah ya! Untuk nonton di Vmax perlu mengucurkan extra $2 (saja). Dan tetap bisa dapat tiket nomat, that is harga nomat normal + $2!

Part yang paling ngeselin adalah for some reason, orang ostrali gak demen duduk sesuai tiket mereka (trus ngapain pilih nomer to begin with yak?) Mereka bisa dengan cuek duduk di sembarang tempat apalagi kalo studionya relatif kosong. Seenak udelnya aja!

Ini baru berbeda klo kebetulan yang nonton banyak international students/imigran (and I don’t mean to stereotype here) ato sekumpulan Australians yang picky. Things might be a little bit under control and rata-rata duduk cantik di kursinya. Pernah kejadian, nomor kursinya udah acak kadut gak jelas dan karena malas berdebat, kami duduk aja di kursi kosong paling deket dari row kami yang seharusnya. Pas sebelum pelemnya mulai, datanglah segerombolan anak kuliah yang protes gak dapat kursi sesuai tiketnya. Terjadilah reshuffling kursi, hampir setengah penonton berpindah tempat and it took 20 minutes!!! Pada akhirnya berenti karena  pelemnya mulai dan protesters udah give up wlopun masih ada beberapa orang yang gak di kursi yang seharusnya. Can you imagine?!

Jadi tips nonton on a budget di ostrali? Dish Vmax so you don’t get reel off (maksudnya rip off – ngarang.com). Nonton di independent cinema aja yang lebih bersahabat dengan kantong. Kedua, gak usah beli popcorn yang harganya bisa ampe $10, belum ditambah minuman (kurang sehat juga kan?!). Kalo langsung dari rumah, bawa cemilan sendiri aja ato mampir di supermarket terdekat dan beli di situ (di sini gak harus beli dagangan bioskop). Yang penting be reasonable dengan cemilanmu, janganlah makan nasi padang ato yang berbau tajam menyeruak. After all, kita kan bangsa yang bermartabat (apa coba?!)

Advertisements

28 thoughts on “Berburu pelem

  1. Disini sama, harga tiket nonton sekitar 20 AUD, dan ga ada dong nomat dan sebangsanya. Dulu ada salah satu operator telpon yang nawarin customernya beli 1 dapet 2 tiap hari Selasa or something, ga tau kelanjutannya bagaimana.

    Disini untungnya orang2 pada saklek soal kursi. Wong nyebrang jalan jam 3 pagi kalau lampunya ga ijo aja ga nyebrang apalagi urusan kursi bioskop.

    Like

    • Wajar ga sih Va secara penghasilan di Scandinavian countries kan memang rata2 lebih tinggi. Jalan2 ke Amerika/Kanada jadi berasa murah banget hahaha
      Wow! Tapi iyayah bangsa Eropa menurut pengamatanku memang jauh lebih tertib sih. Klo di sini banyak yang selengean.

      Like

  2. seru juga kayaknya nonton disitu (dengan catatan dibayarin), gpp duduk di kursi yang ga sesuai dengan tiket (dengan catatan gak dikomplain orang) toh katanya serasa duduk ditengah juga kan?

    Like

  3. Potonya keren btw Ms. Orange. Hihihi.
    Mahal beneeeer nontonnya. Di sinipun masih bisa gretongan nonton di bioskop Mba. Yatapi ga ada yang sekeren Vmax sih. Kalo soal kursi duduk kok bisa sih Mba gitu ya. Tapi masalah laennya tertib kan ya mereka.

    Like

  4. Halo salam kenal. Di Irlandia nonton film juga super mahal, terus sebagai orang yang tingginya gak sampai 150 cm, aku sengsara karena kursi di bioskop-bioskop didesain untuk orang tinggi.

    Jakarta dengan DVD bajakannya emang top lah, murah meriah, bisa selonjoran di rumah lagi nontonnya ^_^

    Like

    • Halloo Ailtje,
      Iyaaa surga duniaaa banget di Indo.
      Hahahaha iyaaa aku inget orang-orang di sana tinggi-tinggi yaa. Kita senasib kok, tinggi pas-pasan hahaha tapi selalu nyaman di pesawat kan 😁. Salam kenal balik dan makasih udah mampir.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s